KILASRIAU.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pemerintah bergerak cepat untuk menjamin kelangsungan proses belajar mengajar bagi peserta didik yang sekolahnya terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan keberlanjutan pembelajaran tetap menjadi prioritas utama.
Dalam kunjungan lapangan ke beberapa sekolah terdampak, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa kondisi di tiap wilayah berbeda-beda, sehingga kebijakan pembelajaran darurat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Kami memahami bahwa situasi ini tidak diinginkan. Karena setiap daerah memiliki kondisi unik, pelaksanaan pembelajaran dan ujian akhir semester kami serahkan kepada dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota yang lebih memahami situasi lapangan,” ujar Mendikdasmen.
Dalam mengimplementasikan pembelajaran darurat maka kombinasi luring, daring, dan tenda sekolah dapat diterapkan. Kemendikdasmen telah menyiapkan langkah darurat, termasuk penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) dan penyediaan tenda kelas.